Pengertian Hukum Secara Umum Paling Lengkap

Baiklah untuk materi pelajaran selanjutnya yakni akan dibahas mengenai pengertian hukum secara umum. Banyak sekali buku buku yang menerangkan tentang pengertian pengertian hukum. Jika anda seorang mahasiswa fakultas hukum, pastilah anda sudah hafal diluar kepala tentang pengertian dari hukum. Banyak sekali macam macam hukum seperti hukum materiil, hukum publik, hukum perdata, dan sebagainya. Namun kali ini saya akan memberikan pengertian hukum secara umum untuk anda yang sedang mencarinya :

Pengertian Hukum Secara Umum Paling Lengkap

Pengertian Hukum Secara Umum
Hukum yaitu seluruh etika yang oleh penguasa orang-orang yang berwenang mengambil keputusan hukum, dinyatakan atau dikira untuk ketentuan yang mengikat untuk beberapa atau semua anggota orang-orang spesifik, dengan maksud untuk mengadakan satu tata yang dikehendaki oleh penguasa itu.

Hukum Materiil
Hukum Materiil yaitu tempat dari tempat mana materiil itu di ambil. Sumber hukum materiil ini adalah aspek yang menolong pembentukan hukum, umpamanya jalinan social, jalinan kemampuan politik, kondisi social ekonomis, kebiasaan (pandangan keagamaan, kesusilaan), hasil riset ilmiah (kriminologi, lalulintas), perubahan internasional, situasi geografis, dan lain-lain.

Hukum Publik.
Hukum publik adalah hukum yang mengatur hubungan antara subjek hukum dengan pemerintah.atau Hukum publik adalah hukum yang mengatur kepentingan masyarakat.

Hukum Perdata.
Hukum Perdata adalah Salah satu bidang hukum yang mengatur hak dan kewajiban yang dimiliki pada subyek hukum dan hubungan antara subyek hukum. Hukum perdata disebut pula hukum privat atau hukum sipil sebagai lawan dari hukum publik. Jika hukum publik mengatur hal-hal yang berkaitan dengan negara serta kepentingan umum (misalnya politik dan pemilu (hukum tata negara), kegiatan pemerintahan sehari-hari (hukum administrasi atau tata usaha negara), kejahatan (hukum pidana), maka hukum perdata mengatur hubungan antara penduduk atau warga negara sehari-hari, seperti misalnya kedewasaan seseorang, perkawinan, perceraian, kematian, pewarisan, harta benda, kegiatan usaha dan tindakan-tindakan yang bersifat perdata lainnya.

Hukum Formal.
Hukum Formal adalah hukum dari mana secara langsung dapat dibentuk hukum yang akan mengikat masyarakatnya. Dinamai dengan sumber hukum formal karena semata-mata mengingat cara untuk mana timbul hukum positif, dan bentuk dalam mana timbul hukum positif, dengan tidak lagi mempersoalkan asal-usul dari isi aturan-aturan hukum tersebut. Sumber-sumber hukum formal membentuk pandangan-pandangan hukum menjadi aturan-aturan hukum, membentuk hukum sebagai kekuasaan yang mengikat. Jadi sumber hukum formal ini merupakan sebab dari berlakunya aturan-aturan hukum.

Hukum Pidana.
Hukum Pidana adalah Hukum yang mengatur perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh undang-undang dan berakibat diterapkannya hukuman bagi barang siapa yang melakukannya dan memenuhi unsur-unsur perbuatan yang disebutkan dalam undang-undang pidana. Seperti perbuatan yang dilarang dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, Undang-Undang Korupsi, Undang-Undang HAM dan sebagainya Dalam hukum pidana dikenal, 2 jenis perbuatan yaitu kejahatan dan pelanggaran, kejahatan ialah perbuatan yang tidak hanya bertentangan dengan undang-undang tetapi juga bertentangan dengan nilai moral, nilai agama dan rasa keadilan masyarakat, contohnya mencuri, membunuh, berzina, memperkosa dan sebagainya. sedangkan pelanggaran ialah perbuatan yang hanya dilarang oleh undang-undang, seperti tidak pakai helem, tidak menggunakan sabuk pengaman dalam berkendaraan, dan sebagainya.

Hukum Tata Negara.
Hukum Tata Negara adalah Hukum Tata Negara yang mengatur semua masyarakat hukum atasan dan masyarakat Hukum bawahan menurut tingkatannya dan dari masing-masing itu menentukan wilayah lingkungan masyarakatnya. dan akhirnya menentukan badan-badan dan fungsinya masing-masing yang berkuasa dalam lingkungan masyarakat hukum itu serta menentukan susunan dan wewenang badan-badan tersebut.

Tuntunan Shalat Dan Bacaan Doa Sholat Muhammadiyah

Pada artikel hari minggu siang ini saya mau ngasih panduan sholat Muhammadiyah dengan bacaan doa shalat Muhammadiyah. Dengan adanya tuntunan sholat Muhammadiyah ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi mereka yang baru masuk islam (mualaf) atau sekedar ingin mengetahui bagaimana tuntunan dan bacaan shalat Muhammadiyah yang benar. Berikut saya tampilkan panduan sholat  fardu Muhammadiyah dengan bacaan sholat muhammadiyah terbaru secara lengkap:

1. Niat

2. Takbiratul Ihram اللهُ أكْبَرُ (Alla-hu Akbar)







  3. Membaca do’a iftitah اللّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَ بَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ المَشْرِقِ وَ المَغْرِبِ . اللّهُمَّ نَقِّنِي مِنَ الخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ . اللّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَايَ بِالمَاءِ وَ الثَّلْجِ وَ البَرَدِ (Alla-humma ba-‘id baini-  wa baina khatha-ya-ya kama- ba-‘adta bainal masyriqi wal maghrib. Alla-humma naqqini- minal khatha-ya- kama- yunaqqats tsaubul abyadu minad danas. Alla-hummaghsil khatha-ya-ya bil ma-i  wats tsalji wal barad)

4. Membaca ta’awwud
أعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ
(A’u-dzu billa-hi minasy syaitha-nir raji-m)

5. Membaca basmallah
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ
(bismilla-hir rahma-nir rahi-m)






6. Membaca Surat Al-Fatihah
الحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ . الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ . مَالِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ . إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَ إِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ . اهْدِنَا الصِّرَاطَ المُسْتَقِيْمَ . صِرَاطَ الَّذِيْنَ أنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ المَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ الضَّالِّيْنَ
(Alhamdu Lilla-hi rabbil ‘a-lami-n.  arrahma-nir rahi-m.  ma-liki yawmid di-n.  iyya-ka na’budu wa iyya-ka nasta’i-n. ihdinash shira-thal mustaqi-m. shira-thal ladzi-na an’amta ‘alaihim  ghairil maghdlubi ‘alaihim waladldla-lin)

7. Membaca Ta’min
آمِيْن
 (A-mi-n)

8. Membaca surat





9. Takbiratul Ihram
اللهُ أكْبَرُ
(Alla-hu Akbar)
















10. Do'a Rukuk
سُبْحَانَ رَبِّيَ العَظِيْمِ
(Subha-na rabbiyal ‘azhi-m) 3x








 11. I’tidal
سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ  رَبَّنَا وَلَكَ الحَمْدُ
(Sami’alla-hu liman hamidah  rabbana- walakal hamdu)






 12. Sujud
سُبْحَانَكَ رَبِّيَ الأعْلَى
(Subha-naka rabbiyal a’la) 3x



 13. Duduk antara dua sujud
اللّهُمَّ اغْفِرْلِيْ وَ ارْحَمْنِيْ وَ اجْبُرْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَ ارْزُقْنِيْ
(Alla-hummagh firli- war hamni- waj burni- wahdini- war zuqni-)







 14. Sujud
  سُبْحَانَكَ رَبِّيَ الأعْلَى
(Subha-naka rabbiyal a’la) 3x







15. Takbiratul Ihram
اللهُ أكْبَرُ
(Alla-hu Akbar)






 16. Membaca ta’awwud
أعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ
(A’u-dzu billa-hi minasy syaitha-nir raji-m)

17. Membaca basmallah
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ
(bismilla-hir rahma-nir rahi-m)

18. Membaca Surat Al-Fatihah
الحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ . الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ . مَالِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ . إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَ إِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ . اهْدِنَا الصِّرَاطَ المُسْتَقِيْمَ . صِرَاطَ الَّذِيْنَ أنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ المَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ الضَّالِّيْنَ
(Alhamdu Lilla-hi rabbil ‘a-lami-n.  arrahma-nir rahi-m.  ma-liki yawmid di-n.  iyya-ka na’budu wa iyya-ka nasta’i-n. ihdinash shira-thal mustaqi-m. shira-thal ladzi-na an’amta ‘alaihim  ghairil maghdlubi ‘alaihim waladldla-lin)

19. Membaca Ta’min
آمِيْن
 (A-mi-n)
20. Membaca surat



21. Takbiratul Ihram
اللهُ أكْبَرُ
(Alla-hu Akbar)















22. Rukuk
سُبْحَانَ رَبِّيَ العَظِيْمِ
(Subha-na rabbiyal ‘azhi-m) 3x








23. I’tidal
سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ  رَبَّنَا وَلَكَ الحَمْدُ
(Sami’alla-hu liman hamidah  rabbana- walakal hamdu)









24. Sujud
سُبْحَانَكَ رَبِّيَ الأعْلَى
(Subha-naka rabbiyal a’la) 3x





 25. Duduk antara dua sujud
اللّهُمَّ اغْفِرْلِيْ وَ ارْحَمْنِيْ وَ اجْبُرْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَ ارْزُقْنِيْ
(Alla-hummagh firli- war hamni- waj burni- wahdini- war zuqni-)





 26. Sujud
سُبْحَانَكَ رَبِّيَ الأعْلَى
(Subha-naka rabbiyal a’la) 3x







27. Duduk at-tahiyatul awal atau at-tahiyatul akhir
التَّحِيَّاتُ للهِ وَ الصَّلَوَاتُ وَ الطَّيِّبَاتُ وَ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أيُّهَا النَّبِيُّ وَ رَحْمَةُ اللهِ وَ بَرَكَاتُهُ . السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَ عَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِيْنَ . أشْهَدُ أنْ لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَ أشْهَدُ أنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ . اللّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى اِبْرَاهِيْمَ وَ عَلَى آلِ اِبْرَاهِيْمَ . وَ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى اِبْرَاهِيْمَ وَ آلِ اِبْرَاهِيْمَ . إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَّجِيْدٌ .
  (Attahiyya-tu Lilla-hi wash shalawa-tu wath thayyiba-tu was sala-mu ‘alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatulla-hi wa Baraka-tuh. Assala-mu ‘alaina- wa ‘ala ‘iba-dilla-hish sha-lihi-n. Asyhadu alla- ila-ha illalla-h wa asyahadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasu-luh. Alla-humma shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala a-li Muhammad kama- shallaita ‘ala ibra-hi-ma wa ‘ala  a-li ibra-hi-m. wa ba-rik ‘ala  Muhammad wa a-li muhamad kama- ba-rakta ‘ala ibra-hi-m wa a-li ibra-hi-m. innaka hami-dum   maji-d )
























28. Salam
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَ رَحْمَةُ اللهِ وَ بَرَكَاتُهُ .
(Assala-mu ‘alaikum wa rahmatulla-hi wa Baraka-tuh.
















السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَ رَحْمَةُ اللهِ وَ بَرَكَاتُهُ
Assala-mu ‘alaikum wa rahmatulla-hi wa Baraka-tuh)


Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Periode 2010-2015

Sebentar lagi kita akan bertemu tahun 2015, yang dimana anggota Pimpinan Pusat (PP) Muhammdiyah akan lengser sesuai dengan periode tahun 2010 hingga tahun 2015. Namun untuk sekarang ketua umum dan Sekretaris umum  Muhammadiyah masih dipegang oleh Prof. Dr. H. M. Din Syamsuddin, M.A. serta Dr. H. Agung Danarto, M.Ag. Kali ini saya akan memberikan informasi tentang anggota Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah untuk periode 2010 sampai 2015.

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah

Menurut Surat Keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor : 177/KEP/I.0/B/2010 Perihal TANFIDZ KEPUTUSAN MUKTAMAR SATU ABAD MUHAMMADIYAH (MUKTAMAR MUHAMMADIYAH KE-46), jadi Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengesahkan hasil pemilihan Anggota Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2010 - 2015 sebanyak 13 orang dari hasil pemilihan 39 calon yang diajukan oleh Tanwir, sesuai urutan perolehan suara, sebagai berikut:

1. Prof. Dr. H. M. Din Syamsuddin, M.A.
2. Drs. H. Muhammad Muqoddas, Lc., M.A.
3. Prof. Drs. H. A. Malik Fadjar, M.Sc.
4. Drs. H. A. Dahlan Rais, M.Hum.
5. Dr. H. Haedar Nashir, M.Si.
6. Prof. Dr. H. Yunahar Ilyas, Lc., M.Ag.
7. Dr. H. Abdul Mu`ti, M.Ed.
8. Dr. H. Agung Danarto, M.Ag.
9. Prof. Dr. H. Syafiq A. Mughni
10. Dr. H. A. Fattah Wibisono, M.A.
11. Drs. H. M. Goodwill Zubir
12. Prof. Dr. H. Bambang Sudibyo, MBA.
13. Drs. H. Sukriyanto AR., M.Hum.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan Prof. Dr. H. M. Din Syamsuddin, M.A. dan Dr. H. Agung Danarto, M.Ag. masing-masing sebagai Ketua Umum dan Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2010 - 2015.

Selanjutnya atas dasar rapat Anggota PP Muhammadiyah hasil Muktamar, maka ditetapkanlah Anggota Pimpinan Pusat Muhammadiyah sebagai berikut :

SUSUNAN LENGKAP 18 ANGGOTA PIMPINAN PUSAT MUHAMMADIYAH PERIODE 2010-2015

1 Ketua Umum : Prof. Dr. H. M. Din Syamsuddin, M.A
2 Ketua :

1. Prof. Drs. H. A. Malik Fadjar, M.Sc.
2. Dr. H. Haedar Nashir, M.Si.
3. Drs. H. Muhammad Muqoddas, Lc., M.A.
4. Drs. H. A. Dahlan Rais, M.Hum.
5. Prof. Dr. H. Yunahar Ilyas, Lc.,M.Ag.
6. Prof. Dr. H. Syafiq A. Mughni
7. Dr. H. A. Fattah Wibisono, M.A.
8. Drs. H. M. Goodwill Zubir
9. Prof. Dr. H. Bambang Sudibyo, MBA
10. Drs. H. Sukriyanto AR., M.Hum.
11. Prof. Dr. H. Dadang Kahmad, M.Si.
12. Dra. Hj. Siti Noorjannah Djohantini, M.M., M.Si

3 Sekretaris UMUM : Dr. H. Agung Danarto, M.Ag.
4 Sekretaris :

1. Dr. H. Abdul Mu’ti, M.Ed.
2. Drs. H. Marpuji Ali, M.Si.

5 Bendahara UMUM : Prof. Dr. H. Zamroni, M.Sc.
6 Bendahara : Dr. H. Anwar Abbas, M.M, M.Ag.

Berdasarkan susunan tadi, pada periode tersebut ada pembidangan yang menjadi kerja masing-masing ketua yang kedepannya berhubungan dengan Program Kerja yang ditetapkan pada Muktamar, serta dengan operasional pelaksanaan tugasnya bakal dilakukan oleh Pembantu Pimpinan dalam bentuk Majelis serta Lembaga yang akan disusun kemudian. Pembagian tugas itu sebagai berikut :

1 Prof. Dr. H. M. Din Syamsuddin, M.A. : Hubungan dan Kerjasama Luar Negeri
2 Prof. Drs. H. A. Malik Fadjar, M.Sc. : Pendidikan, Iptek, dan Litbang
3 Dr. H. Haedar Nashir, M.Si. : Konsolidasi Ideologis, Kelembagaan, dan Pemberdayaan Anggota
4 Drs. H. Muhammad Muqoddas, Lc., M.A. : Tabligh
5 Drs. H. A. Dahlan Rais, M.Hum. : Perkaderan dan Pembinaan Ortom
6 Prof. Dr. H. Yunahar Ilyas, Lc., M.Ag. : Tarjih, Tajdid, dan Pemikiran Islam
7 Prof. Dr. H. Syafiq A. Mughni : Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat
8 Dr. H. A. Fattah Wibisono, M.A. : Hukum, HAM, Hikmah dan Kebijakan Publik
9 Drs. H. M. Goodwill Zubir : Wakaf dan Kehartabendaan
10 Prof. Dr. H. Bambang Sudibyo, MBA : Ekonomi, ZIS, dan Pemberdayaan Masyarakat
11 Drs. H. M. Sukriyanto, AR., M.Hum. : Lingkungan Hidup, Seni Budaya, dan Olahraga
12 Prof. Dr. H. Dadang Kahmad, M.Si. : Pustaka dan Informasi
13 Dra. Hj. Siti Noordjannah Djohantini, M.M., M.Si. : Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

Demikian Susunan anggota Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah untuk periode tahun 2010-2015. Mudah mudahan dengan adanya informasi diatas bisa bermanfaat untuk anda.

Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah


Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah yaitu organisasi atau tubuh yang dibentuk oleh Persyarikatan Muhammadiyah yang dengan tuntunan dan pengawasan, di beri hak dan keharusan buat mengatur rumah tangga sendiri, membina warga Persyarikatan Muhammadiyah spesifik dan pada bidang-bidang spesifik juga dalam rencana meraih maksud dan tujuan Persyarikatan Muhammadiyah.

Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah

Organisasi Otonom dalam Persyarikatan Muhammadiyah

Ortom dalam Persyarikatan Muhammadiyah memiliki karakteristik serta spesifikasi bidang spesifik. Adapun Ortom Muhammadiyah dalam persyarikatan yang telah ada adalah seperti berikut :

1. Aisyiyah
2. Pemuda Muhammadiyah
3. Nasyiyatul Aisyiyah
4. Ikatan Pelajar Muhammadiyah
5. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah
6. Tapak Suci Putra Muhammadiyah
7. Hizbul Wathan

Hak dan Kewajiban

Dalam kedudukannya untuk organisasi otonom yang memiliki kewenangan mengatur rumah tangga sendiri, Ortom Muhammadiyah memiliki hak serta keharusan dalam Persyarikatan Muhammadiyah adalah seperti berikut :

1. Melaksanakan Keputusan Persyarikatan Muhammadiyah
2. Menjaga nama baik Persyarikatan Muhammadiyah
3. Membina anggota-anggotanya menjadi warga dan anggota Persyarikatan Muhammadiyah ynag baik
4. Membina hubungan dan kerjasama yang baik dengan sesama ortom
5. Melaporkan kegiatan-kegiatannya kepada pimpinan Persyarikatan Muhammadiyah
6. Menyalurkan anggota-anggotanya dalam kegiatan gerak dan amal usaha Persyarikatan Muhammadiyah sesuai dengan bakat, minat dan kemampuannya

Struktur dan Kedudukan

Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah sebagai badan yang mempunyai otonomi dalam mengatur rumah tangga sendiri mempunyai jaringan struktur sebagaimana halnya dengan Muhammadiyah, mulai dari tingka pusat, tingkat propinsi, tingkat kabupaten, tingkat kecamatan, tingkat desa, dan kelompok-kelompok atau jama’ah – jama’ah.
Ortom Muhammmadiyah dibentuk di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah jika memenuhi persyaratan sebagai berikut :

1. Mempunyai fungsi khusus dalam Persyarikatan Muhammadiyah
2. Mampunyai Potensi dan ruang lingkup nasional
3. Merupakan kepentingan Persyarikatan Muhammadiyah

Pembentukan Ortom Muhammadiyah ditetapkan oleh Tanwir Muhammadiyah (Lembaga Permusyawaratan Tertinggi setelah Muktamar Muhammadiyah) dan dilaksanakan dengan Keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Adapun tujuan pembentukan Ortom Muhammadiyah adalah sebagai berikut:

1. Efisiensi dan efektifitas Persyarikatan Muhammadiyah
2. Pengembangan Persyarikatan Muhammadiyah
3. Dinamika Persyarikatan Muhammadiyah
4. Kaderisasi Persyarikatan Muhammadiyah

Adapun hak yang dimiliki oleh Ortom Muhammadiyah ialah sebgai berikut :

1. Mengelola urusan kepentingan, aktivitas dan amal usaha yang dilakukan organisasi otonomnya
2. Berhubungan dengan organisasi/ Badan lain di luar Persyarikatan Muhammadiyah
3. Memberi saran kepada Persyarikatan Muhammadiyah baik diminta atau atas kemauan sendiri
4. Mengusahakan dan mengelola keuangan sendiri

Fungsi WTO, Pengertian Serta Tujuan Organisasi WTO

Tujuan WTO. Untuk satu organisasi internasional yang memegang peran utama dalam mengatur beberapa masalah Perdagangan Internasional dunia WTO didirikan dengan maksud untuk membuat kesejahteraan negara-negara anggota lewat perdagangan internasional yang lebih bebas. Hal itu diinginkan bisa dicapai lewat rangkaian ketentuan-aturan yang disetujui dalam perdagangan multilateral yang adil serta transparan dan melindungi keseimbangan kebutuhan seluruhnya negara anggota baik negara maju ataupun negara berkembang terhitung negara-negara Least Developing Countries (CDCs). Tujuan untuk mencapai kesejahteraan bersama tersebut dituangkan lebih lanjut dalam undang-undang pendirian WTO (Agreement Esthablishing The WTO) yang isi menegaskan secara spesifik tujuan, fungsi dan struktur kelembagaan WTO.

Fungsi WTO, Pengertian Serta Tujuan Organisasi WTO

World Trade Organization (WTO) atau Organisasi Perdagangan Dunia merupakan satu-satunya badan internasional yang secara khusus mengatur masalah perdagangan antar negara. Sistem perdagangan multilateral WTO diatur melalui suatu persetujuan yang berisi aturan-aturan dasar perdagangan internasional sebagai hasil perundingan yang telah ditandatangani oleh negara-negara anggota. Persetujuan tersebut merupakan kontrak antar negara-anggota yang mengikat pemerintah untuk mematuhinya dalam pelaksanaan kebijakan perdagangan di negaranya masing-masing. Walaupun ditandatangani oleh pemerintah, tujuan utamanya adalah untuk membantu para produsen barang dan jasa, eksportir dan importir dalam kegiatan perdagangan. Pemerintah Indonesia merupakan salah satu negara pendiri Word Trade Organization (WTO) dan telah meratifikasi Persetujuan Pembentukan WTO melalui Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1994.

Pengertian WTO
WTO merupakan subjek hukum dan status tersebut wajib diakui oleh negara-negara anggotanya, dengan memperoleh status tersebut maka diharapkan WTO dapat melakukan porsinya sesuai dengan amanat dalam perjanjian WTO agar fungsi WTO secara independen, maka kepada WTO baik secara organisasi maupun pejabat-pejabatnya serta perwakilan-perwakilan negara anggota memperoleh hak istimewa dan kekebalan yang wajib diakui oleh negara-negara anggotanya.

Fungsi WTO sebagai suatu organisasi yang bersifat permanen akan lebih kuat daripada GATT, ini setidak-tidaknya tercermin dari struktur organisasi yang melibatkan negara anggotanya sampai tingkat menteri. Secara garis besar fungsi WTO dapat digambarkan sebagai berikut:

1. Mengadministrasikan berbagai persetujuan yang dihasilkan putaran uruguay di bidang barang dan jasa baik multilateral maupun plurilateral, serta mengawasi pelaksanaan komitmen akses pasar di bidang tarif maupun non-tarif.

2. Mengawasi praktek-praktek perdagangan internasional dengan secara regular meninjau kebijaksanaan perdagangan negara anggotanya dan melalui prosedur notifikasi.

3. Forum dalam menyelesaikan sengketa dan penyediaan mekanisme konsiliasi guna mengatasi sengketa perdagangan yang timbul.

4. Menyediakan bantuan teknis yang diperlukan sebagian anggotanya, termasuk bagi negara-negara sedang berkembang dalam melaksanakkan dalam hasil putaran Uruguay.

5. Sebagai forum bagi negara anggotanya untuk terus menerus melakukan perundingan pertukaran profesi di bidang perdagangan guna mengurangi hambatna-hambatan perdagangan dunia.

Macam Macam HAM Dan Landasan Hukum HAM

Masih tetap melanjutkan artikel tentang pengertian HAM/Hak Asasi Manusia, kali ini webmuhammadiyah akan memberikan artikel tentang macam macam HAM dan landasan hukum HAM. Mengingatkan kembali tentang pengertian HAM, HAM yaitu hak dasar yang dimiliki seseorang sejak lahir sebagai mahluk Tuhan Yang Maha Esa yang wajib dihormati dan dijunjung tinggi. Banyak sekali tindakan tindakan yang melenceng Hak Asasi Manusia atau Hak Kebebasan manusia. Misalnya saja Hak menggunakan jilbab bagi wanita seperti di Bali, itu termasuk melanggar HAM, kenapa ? kan katanya Indonesia itu negara pancasila dan Bhineka tunggal ika, tapi kenapa Hak menggunakan Jilbab dilarang ?. Bagaimana menurut anda ? Berikut kami ulas yang tertera dibawah ini  Landasan Hukum HAM dan Macam Macam HAM di Indonesia :

Macam Macam HAM Dan Landasan Hukum HAM


    A. Hak asasi pribadi / personal Rights
- Hak kebebasan untuk bergerak, bepergian dan berpindah-pndah tempat
- Hak kebebasan mengeluarkan atau menyatakan pendapat
- Hak kebebasan memilih dan aktif di organisasi atau perkumpulan
- Hak kebebasan untuk memilih, memeluk, dan menjalankan agama dan kepercayaan yang diyakini masing-masing
   
    B. Hak asasi politik / Political Rights
- Hak untuk memilih dan dipilih dalam suatu pemilihan
- Hak ikut serta dalam kegiatan pemerintahan
- Hak membuat dan mendirikan parpol / partai politik dan organisasi politik lainnya
- Hak untuk membuat dan mengajukan suatu usulan petisi

    C. Hak azasi hukum / Legal Equality Rights
- Hak mendapatkan perlakuan yang sama dalam hukum dan pemerintahan
- Hak untuk menjadi pegawai negeri sipil / pns
- Hak mendapat layanan dan perlindungan hokum

    D. Hak azasi Ekonomi / Property Rigths
- Hak kebebasan melakukan kegiatan jual beli
- Hak kebebasan mengadakan perjanjian kontrak
- Hak kebebasan menyelenggarakan sewa-menyewa, hutang-piutang, dll
- Hak kebebasan untuk memiliki susuatu
- Hak memiliki dan mendapatkan pekerjaan yang layak

    E. Hak Asasi Peradilan / Procedural Rights
- Hak mendapat pembelaan hukum di pengadilan
- Hak persamaan atas perlakuan penggeledahan, penangkapan, penahanan dan penyelidikan di mata hukum.

    F. Hak asasi sosial budaya / Social Culture Rights
- Hak menentukan, memilih dan mendapatkan pendidikan
- Hak mendapatkan pengajaran
- Hak untuk mengembangkan budaya yang sesuai dengan bakat dan minat

Landasan Hukum Hak Asasi Manusia di Indonesia

Bangsa Indonesia mempunyai pandangan dan sikap mengenai Hak Asasi Manusia yang bersumber dari ajaran agama, nilai moral universal, dan nilai luhur budaya bangsa, serta berdasarkan pada Pancasila dan Undang-undang dasar 1945. Pengakuan, jaminan, dan perlindungan Hak Asasi Manusia tersebut diatur dalam beberapa peraturan perundangan berikut:

A. Pancasila
- Pengakuan harkat dan martabat manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.
- Pengakuan bahwa kita sederajat dalam mengemban kewajiban dan memiliki hak yang sama serta menghormati sesamam manusia tanpa membedakan keturunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan social, warna kulit, suku dan bangsa.
- Mengemban sikap saling mencintai sesamam manusia, sikap tenggang rasa, dan sikap tida sewenang-wenang terhadap orang lain.
- Selalu bekerja sama, hormat menghormati dan selalu berusaha menolong sesame.
- Mengemban sikap berani membela kebenaran dan keadilan serta sikap adil dan jujur.
- Menyadari bahwa manusia sama derajatnya sehingga manusia Indonesia merasa dirinya bagian dari seluruh umat manusia.

B. Dalam Pembukaan UUD 1945
Menyatakan bahwa “ kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa, dan oleh karena itu penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan pri kemanusiaan dan pri keadilan”. Ini adalah suatu pernyataan universal karena semua bangsa ingin merdeka. Bahkan, didalm bangsa yang merdeka, juga ada rakyat yang ingin merdeka, yakni bebas dari penindasan oleh penguasa, kelompok atau manusia lainnya.

C. Dalam Batang Tubuh UUD 1945
- Persamaan kedudukan warga Negara dalam hokum dan pemerintahan (pasal 27 ayat 1)
- Hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak (pasal 27 ayat 2)
- Kemerdekaan berserikat dan berkumpul (pasal 28)
- Hak mengeluarkan pikiran dengan lisan atau tulisan (pasal 28)
- Kebebasan memeluk agama dan beribadat sesuai dengan agama dan kepercayaanya itu (pasal 29 ayat 2)
- hak memperoleh pendidikan dan pengajaran (pasal 31 ayat 1)
- BAB XA pasal 28 a s.d 28 j tentang Hak Asasi Manusia

D. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia
- Bahwa setiap hak asasi seseorang menimbulkan kewajiban dasar dan tanggung jawab untuk menghormati HAM orang lain secara timbale balik.
- Dalm menjalankan hak dan kebebasannya, setiap orangbwajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan oleh UU.

E. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia
Untuk ikut serta memelihara perdamaian dunia dan menjamin pelaksanaan HAM serta member I perlindungan, kepastian, keadilan, dan perasaan aman kepada masyarakat, perlu segera dibentuk suatu pengadilan HAM untuk menyelesaikan pelanggaran HAM yan berat.

F. Hukum Internasional tentang HAM yang telah Diratifikasi Negara RI
- Undang- undang republic Indonesia No 5 Tahun 1998 tentang pengesahan (Konvensi menentang penyiksaan dan perlakuan atau penghukuman lain yang kejam, ridak manusiawi, atau merendahkan martabat orang lain.
- Undang-undang Nomor 8 tahun 1984 tentang pengesahan Konvensi Mengenai Penghapusan segala Bentuk Diskriminasi terhadap Wanita.
- Deklarasi sedunia tentang Hak Asasi Manusia Tahun 1948 (Declaration Universal of Human Rights).

Pengertian Pendidikan Dan Tujuan Pendidikan

Pengertian Pendidikan. Sebagian pakar pendidikan banyak yang mengartikan pengertian pendidikan. Pengertian-pengertian yang didapatkan cukup bermacam, hingga berlangsung perbedaan bergantung dari pojok serta perspektif mana tokoh itu memandangnya. Meskipun ada perbedaan pendapat perihal apakah itu pendidikan, tetapi dengan cara umum ada kesamaan didalam merumuskan pengertian pendidikan itu. Pendidikan yaitu sistem evaluasi yang didapat oleh tiap-tiap manusia (Peserta Didik) agar bisa membuat manusia (Peserta Didik) itu tahu, memahami, serta lebih dewasa dan dapat membuat manusia (Peserta Didik) lebih gawat dalam memikirkan.

Pengertian Pendidikan Dan Tujuan Pendidikan

Pendidikan dapat didapat baik secarah resmi serta nonformal. Pend. Resmi didapat dalam kita ikuti progam-program yang telah dirancang dengan cara terstruktur oleh satu intitusi, departemen atau kementrian satu Negara. Pend. non resmi yaitu pengetahuan yang didapat manusia (Peserta didik) dalam kehidupan keseharian (beragam pengalaman) baik yang dia rasakan sendiri atau yang dipelajarai dari orang lain (mengamati serta ikuti). Agar lebih jelas tentang pengertian pendidikan, simak saja dibawah ini :


Langeveld
Pendidikan adalah setiap usaha, pengaruh, perlindungan dan bantuan yang diberikan kepada anak tertuju kepada pendewasaan anak itu, atau lebih tepat membantu anak agar cukup cakap melaksanakan tugas hidupnya sendiri. Pengaruh itu datangnya dari orang dewasa (atau yang diciptakan oleh orang dewasa seperti sekolah, buku, putaran hidup sehari-hari, dan sebagainya) dan ditujukan kepada orang yang belum dewasa.

John Dewey
Pendidikan adalah proses pembentukan kecakapan-kecakapan fundamental secara intelektual dan emosional kearah alam dan sesama manusia.

J.J. Rousseau
Pendidikan adalah memberi kita perbekalan yang ada pada masa kanak-kanak sampai remaja yang nantinya akan dibutuhkan pada saat kita dewasa nanti..

Carter V.Good
a. Seni, praktik, atau profesi pengajar.
b. Ilmu yang sistematis atau pengajaran yang berhubungan dengan prinsip dan metode-metode mengajar, pengawasan dan bimbingan murid; dalam arti luas digantikan dengan istilah pendidikan.

Tujuan Pendidikan
Di dalam UU Nomor 2 tahun 1989 secara jelas disebutkan Tujuan Pendidikan Nasional, yaitu "Mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan ketrampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantab dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan." Sesungguhnya faktor tujuan bagi pendidikan adalah:

a. Sebagai Arah Pendidikan, tujuan akan menunjukkan arah dari suatu usaha, sedangkan arah menunjukkan jalan yang harus ditempuh dari situasi sekarang kepada situasi berikutnya.
b. Tujuan sebagai titik akhir, suatu usaha pasti memiliki awal dan akhir. Mungkin saja ada usaha yang terhenti karena sesuatu kegagalan mencapai tujuan, namun usaha itu belum bisa dikatakan berakhir. Pada umumnya, suatu usaha dikatakan berakhir jika tujuan akhirnya telah tercapai.
c. Tujuan sebagai titik pangkal mencapai tujuan lain, apabila tujuan merupakan titik akhir dari usaha, maka dasar ini merupakan titik tolaknya, dalam arti bahwa dasar tersebut merupakan fundamen yang menjadi alas permulaan setiap usaha.
d. Memberi nilai pada usaha yang dilakukan